This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pages

Tampilkan postingan dengan label TUGAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUGAS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Desember 2012

Pengantar Ilmu Psikolog

File download
Psikologi berasal dari perkataan psyche yang diartikan jiwa dan perkataan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Psikologi sering diartikan dan diterjemahkan sebagai ilmu pengetahuan tentang jiwa. Psikologi merupakan suatu ilmu yang meneliti serta mempelajari tentang prilaku atau aktivitas – aktivitas dan perilaku serta aktivitas –aktivitas itu sebagai manifestasi hidup kejiwaan.
Dalam masalah perkembangan manusia terdapat faktor – faktor yang mempengaruhinya. Teori nativis menyatakan bahwa perkembangan manusia itu berasal dari faktor keturunan yang di turunkan sejak dilahirkan. Teori empirisme menyatakan perkembangan manusia berasal dari pengalaman – pengalaman yang di perolehnya. Dan terori konvergensi merupakan penggabungan antara teori empirisme dan nativisme yakni perkembangan manusia berasal bawaan dari lahir serta pengalaman – pengalaman yang didapat.
Beberapa pandangan dari Psikologi, Psikologi fungsional yeng memandang psikis (mind) sebagai fungsi atau digunakan oleh organisme untuk menyesuaikan atau beradaptasi dengan lingkungannya. Psikologi Behaviorisme memandang  bahwa kesadaran merupakan hal yang dubious, sesuatu yang tidak dapat diobservasikan secara langsung dan secara nyata. Psikologi Gestalt adalah berpusat bahwa apa yang dipersepsi itu merupakan suatu kebulatan, suatu unity atau suatu Gestalt. Psikologi Psikoanalisis memiliki tujuan membawa ke tingkat kesadaran mengenai ingatan atau pikiran – pikiran yang direpres atau ditekan, yang diasumsikan sebagai sumber perilaku yang tidak normal dari pasiennya. Psikologi Humanistik yakni psikologi harus  mempelajari kedalaman sifat manusia, selain mempelajari perilaku yang Nampak juga mempelajari perilaku yang tidak Nampak mempelajari ketidaksadaran sekaligus mempelajari kesadaran. Psikologi Kognitif memandang psikologi sebagai suatu ilmu tentang perilaku dan proses mental (the science of behavior and mental processes).
            Telah dikemukakan bahwasannya manusia merupakan makhluk yang berjiwa dan kenyataan ini kiranya tidak ada yang membantah, dan kehidupan kejiwaan itu direfleksikan dalam perilaku, aktivitas manusia. Berikut akan dipaparkan mengenai pristiwa – peristiwa kejiwaan dari manusia.
            Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh proses pengindraan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensoris. Faktor – faktor yang berperan dalam persepsi yakni objek yang dipersepsi, alat indera, syaraf, dan pusat susunan syaraf, dan perhatian. Proses terjadinya persepsi, objek menimbulkan stimulus, dan stimulus mengenai alat indera atau reseptor, stimulus yang diterima oleh alat indera di teruskan oleh syaraf sensoris ke otak (terjadi proses kesadaran).
Ilusi merupakan kesalahan individu memberikan interprestasi atau arti terhadap stimulus yang diterimanya.  Biasanaya halusinasi merupakan pendahuluan ketidak normalan jiwa. Dengan uraian ini akan jelas perbedaan antara halusinasi dengan ilusi. Terdapat faktor yang mempengaruhinya yakni faktor ke-alaman, faktor stimulus dan faktor individu.
Bayangan atau tanggapan yakni suatu kemampuan membayangkan dan menanggap kembali hal - hal yang telah diamati. Bayangan eidetic merupakan bayangan yang sangat terang, sangat jelas seperti mengahadapi objeknya sendiri. Halusinasi merupakan kondisi dimana individu merasa bahwa ia seakan – akan menerima sesuatu stimulus yang sebenarnya secara objektif stimulus tersebut tidak ada.
Fantasi ialah kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan – tanggapan atau bayangan - bayangan baru. Fantasi bisa disadari dan bisa tidak disadari. Macam – macam fantasi fantasi menciptakan, fantasi mengabstraksi, fantasi mendeterminasi, dan fantasi mengombinasi.
 Ingatan yakni apa yang pernah dialami oleh manusia tidak seluruhnya dilang, tetapi disimpan dalam jiwanya dan apabila diperlukan hal – hal yang disimpan itu dapat ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran. skema dalam ingatan yakni learning (memasukkan) – retention (menyimpan) dan remembering (mengeluarakan kembali).
Belajar merupakan suatu proses, yang mengakibatkan adanaya perubahan perilaku (change in behavior or performance). Ini berarti setelah belajar individu mengalami perubahan dalam perilakunya. Perilaku dalam arti overt behavior atau inert behavior. Problem solving adalah directed, yang mencari pemecahan dan dipicu untuk mencapai pemecahan tersebut.
Intelegensi, menurut panitia Padagogik (1953) yang mengangkat pendapat Stern yakni daya penyesuaian diri dengan keadaan bau dengan menggunakan alat – alat berpikir menurut tujuannya. Setiap individu memiliki intelegensi yang berbeda dikarenakan perbedaan dalam prose belajar dalam segi intelegensinya.
Perasaan dan emosi disifatkan sebagai suatu keadaan kejiwaan pada organism atau individu sebagai akibat adanya peristiwa atau presepsi yang dialami oleh organisme. Persaan adalah keadaan individu sebagai akibat dari presepsi terhadap stimulus baik eksternal maupun internal. Emosi merupakan reaksi yang kompleks yang mengandung aktivitas dengan derajat yang tinggi dan adanya perubahan dalam kejasmanian serta berkaitan dengan perasaan yang kuat.
Motif sebagai pendorong pada umumnya tidak berdiri sendiri, tetapi saling kait mengait dengan faktor – faktor lain. Hal – hal yang dapat mempengaruhi motif disebut motivasi. Motivasi merupakan keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong perilaku ke arah tujuan. Motivasi mempunyai 3 aspek yakni (1) keadaan terdorong dalam diri organisme, (2) perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan, dan (3) goal atau tujuan yang dituju oleh prilaku tersebut. 

Senin, 17 Desember 2012

Sosiologi Masalah "SEKS BEBAS KALANGAN PELAJAR"

1. Kriteria Umum : adanya perbedaan yang mencolok antara nilai – nilai dengan kondisi nyata kehidupan.
2. Masalah sosial yang timbul bersumber langsung pada kondisi kondisi yang bersifat sosial dan proses sosial. Akibat gejala sosial menyebabkan masalah sosial.
3. Manifest social problems: masyarakat tidak menyukai tindakan yg menyimpang. Laten social problem: masyarakat tidak mengakui adanya tindakan penyimpangan, tidak merasakan dampak buruknya.
4.. Perhatian masyarakat terhadap masalah sosial.
5. Sistem nilai dan dapatnya masalah sosial diperbaiki.
                                 Seks Bebas di Kalangan Pelajar
Pada zaman sekarang pergaulan di kalangan anak sekolah khususnya pada anak Sekolah Menengah Atas semakin mengkhawatirkan, Kekhawatiran itu tidak tanpa sebab, semakin pesatnya perkembangan teknologi dan semakin besarnya pengaruh budaya barat di kalangan anak muda zaman sekarang.
Halnya seperti contoh aktor dan artis Indonesia sekarang yang selalu berpenampilan seksi guna menunjang penampilan mereka. Hal tersebut secara tidak langsung memberikan suatu pengaruh kepada orang yang melihat penampilan mereka ingin meniru gaya penampilan tersebut. Dari kegiatan meniru penampilan aktor dan artis yang berpenampilan seksi tersebut secara tidak langsung mengakibatkan orang yang melihat menjadi ingin melakukan tindakan yang bersifat negatif.
Sebagai contoh kedua, dengan semakin pesatnya perkembangan dunia teknologi membuat semakin mudahnya seseorang untuk mendapatkan suatu hal – hal informasi. Di zaman sekarang untuk mengakses alamat – alamat website yang bersifat pornografi sangat lah mudah. Menurut data Departement Telekomunikasi dan Komunikasi, pengakses terbesar website bersifat pornografi adalah Negara Indonesia. Dan kebanyakan pengakses website tersebut adalah anak usia di bawah umur. Lengahnya pengawasan dari orang tua dan kurangnya pemberian pendidikan karakter kepada anak, mengakibatkan seorang anak dapat dengan mudah terjerumus kedalam perbuatan yang negatif. 
Di zaman sekarang juga pola berpacaran anak sekolah sudah menjerumus ke arah budaya free sex (seks bebas). Itu semua tidak dapat terlepas dari pengaruh oleh prilaku hal negatif yang di karenakan hal – hal yang bersifat pornografi seperti melihat orang berpakaian seksi dan pengaruh dari menonton film yang bersifat porno. Hal – hal tersebut mengakibatkan suatu keinginan dari seorang anak untuk melakukan hal – hal yang menjerumus ke arah perilaku free sex (seks bebas). Seperti halnya pada zaman sekarang banyak anak sekolah yang harus Drop Out (di keluarkan) dari sekolah hanya karena hamil di luar nikah.  Sehingga siswa yang seharusnya memiliki masa depan yang cerah, dapat sirnah masa depannya hanya karena perbuatan asusila tersebut.
Seks bebas pelajar atau pergaulan bebas yang dilakukan oleh para pelajar pada masa remaja merupakan masa di saat seorang individu atau pelajar mengalami peralihan pribadi dari satu tahap ketahap berikutnya. Pelajar yang umumnya masih berusia remaja akan menghadapi sebuah masa pubertas yang biasanya terjadi pada usia 15 – 18 tahun namun sekarang masa puberatas lebih cepat dari awalnya biasanya pada usia 10 – 13 tahun.
Seks bebas pelajar yang dulunya hanya pada jenjang perkuliahan dan SMA sekarang sudah merambah ke tingkat SMP bahkan sampai tingkat SD. Menurut data dari Dinas Pendidikan kota Pati, angka putus sekolah di kota Pati tiap tahun meningkat terus.
Pembicaraan seks pada masa sekarang dengan alur informasi dan teknologi yang hampir tidak pasti batasan industrinya dengan moral, tidak lagi dianggap tabu. Pelajar tentu mengetahui apa itu seks. Namun pengetahuan mereka tentang seks hanya sekedar tahu saja namun tidak dapat memahaminya mendalam apa seks itu sesungguhnya. Mereka menganggap bahwa seks merupakan sebuah kebutuhan yang wajar bagi mereka. Pada saat ini banyak dari para pelajar yang melakukan hubungan seks bebas tanpa mengetahui akan dari dampak yang dilakukannya, Yang jelas jelas bertentangan dengan norma – norma yang terdapat di kalangan masyarakat.
Beberapa faktor yang menyebabkan seks bebas dikalangan pelajar. Faktor faktor tersebut berperan penting dalam pengaruh budaya seks dikalangan para pelajar.
1. Diri Sendiri
Dalam konteks ini seks bebas pelajar terjadi dikarenakan pengaruh yang timbul dari diri seorang pelajar itu sendiri adanya suatu dorongan untuk mengetahui akan hal hal yang belum mereka ketahui. Pada usia remaja para pelajar selalu ingin mencoba hal – hal yang baru yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan. Para pelajar juga memiliki sifat untuk bereksperimen dan melakukan tantangan. Tidak hanya itu sifat para pelajar yang pada usia Puber yang masih meledak – ledak dan kadang tidak terkendali menyebabkan mereka tidak berfikir panjang dalam melakukan suatu hal. Sehingga para pelajar sering melakukan hal sesuai dengan keinginan mereka sendiri.
2. Lingkungan Keluarga
Peran sebuah keluarga dalam mengontrol perilaku pelajar sangatlah berpengaruh besar dalam proses pembentukan karakter seorang siswa. Sebagai lingkup sosial terkecil, sudah sepatutnya keluarga memberikan perhatian pada para pelajar tersebut. Seorang pelajar yang kurang mendapatkan suatu perhatian dari keluarganya tentu akan mengakibatkan anak itu berbuat seenakanya sendiri. Menerobos norma dan aturan yang berlaku. Hingga akhirnya menyerap semua hal yang ditemuinya dalam pergaulan sehari harinya termasuk akan seks.
Pelajar yang berasal dari keluarga yang kurang harmonis sangat mungkin terjerumus ke hal hal negatif dikarenakan kurangnya perhatian dari orang tuanya. Ini dilakukan sebagai ungkapan kekecewaan terhadap keluarga. Mereka beranggapan dengan berbuat seenaknya mereka bisa melupakan semua hal yang terjadi di keluarga.
3. Luar Lingkungan
Faktor Luar Lingkungan yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan seks bebas, terdiri akan 2 faktor yakni :
a. Faktor dari Teman
Faktor teman juga memungkinkan seseorang untuk melakukan seks bebas. Karena ada kalanya seorang pelajar menganggap bahwa temannya yang paling mengerti akan dirinya daripada keluarganya. Beruntung bagi seorang pelajar yang memiliki teman seorang penuntun ke arah yang lebih baik, baik dari akademis maupun moralnya. Akan tetapi jika seorang pelajar tersebut mendapatkan teman yang tidak baik. Hal ini bisa saja menjerumuskan pelajar tersebut kearah yang tidak baik. Bahkan sering di temukan seorang teman yang memeng sengaja menjerumuskan ke arah yang negatif.
b. Faktor dari sekolah
Walau dasarnya sekolah merupakan tempat untuk belajar untuk mendapatkan suatu ilmu yang bermanfaat kelak, namun bukan berarti sekolah tidak berperan dalam membentuk karakter seorang siswa untuk dapat di bawa kemana. Sebagai contoh gaya berpacaran anak SMA sekarang tidak mengenal akan tempat untuk berciuman terkadang juga dilakukan di tempat umum seperti sekolahan. Hal ini juga diperparah dengan gaya berpakaian para guru guru muda yang seolah sengaja memakai pakaian yang minim seperti rok yang ketat atau berpakaian seksi. Fenomena itu menambah seorang pelajar untuk dapat melakukan hubungan seks bebas dikarenakan setiap hari disuguhi akan pemandangan seperti itu.
4. Faktor Teknologi dan Budaya Asing
Arus informasi dan teknologi yang tidak terkendali turut memberikan dampak negatif terhadap perkembangan seorang pelajar. Seharusnya dengan kemajuan teknologi akan memberikan manfaat yang berguna untuk pelajar. Dengan kemajuan teknologi pengaruh akan budaya asingpun berpengaruh besar merubah karakter seorang pelajar. Cara berpakaian budaya barat yang seksi seorang menjadi sebuah tren yang di senangi oleh anak anak remaja zaman sekarang. Akibatanya timbul rasa ingin melakukan hal hal negatif ketika seseorang melihat hal hal tersebut di sekitar kita.  
Anggapan melakukan seks bebas di kalangan pelajar sudah semakin mengkhawatirkan sudah sepatutnya kita sebagai manusia yang memiliki moral dan berbudaya ketimur-timuran haruslah memiliki moral yang baik sehingga tidak terjerumus ke arah budaya seks bebas.